Showing posts with label KULIAH. Show all posts
Showing posts with label KULIAH. Show all posts

Thursday, 11 October 2018

MAKALAH: PENGORGANISASIAN INFORMASI/PENGETAHUAN DALAM INGATAN MANUSIA


MAKALAH
PENGORGANISASIAN INFORMASI/PENGETAHUAN
DALAM INGATAN MANUSIA

A.   PENDAHULUAN
              Manusia merupakan satu-satunya makhluk sempurna yang di diciptakan Tuhan Yang Maha Esa, karena selain dikaruniai fisik yang bagus juga dikaruniai otak sebagai modalitas utama dalam proses berpikir dan berperilaku di samping hati sebagai pusat kendali dari perasaan manusia. Oleh sebab itu, untuk mengetahui hakikat dirinya, manusia selalu memikirkan apa, dan siapa dirinya, sehingga untuk menjawab berbagai pertanyaan tersebut manusia berfilsafat untuk menemukan konsep teoritis dari pertanyaan-pertanyaan itu.
              Otak merupakan pusat kendali perilaku manusia, artinya setiap hal yang dilakukan manusia akan melibatkan kerja otak. Otak merupakan tempat menerima, menyimpan kemudian mengenaliinformasi yang ada, artinya otak adalah pusat ingatan manusia (Markowitz dan Jensen, 2002). Di dalam otak tersimpan berbagai macam informasi. Bermacam-macam jenis ingatan juga ada dalam otak manusia. Selama otak dalam keadaan sehat manusia akan selalu melakukan proses mengingat.

Friday, 18 September 2015

DOWNLOAD MATERI MENGHADAPI TES MELAMAR PEKERJAAN (PEGAWAI,PNS,DOKTER,GURU, DLL)



Setiap akan menghadapi tes untuk mendapatkan pekerjaan haruslah kita mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya. Adalah mubasir apabila kita tidak membekali diri dengan persiapan matang. Percayalah apaun dan dimanapun akan melamar pekerjaan, disana tidak hanya sendiri yang melamar, melaikan banyak orang dan mereka semuanya tidak semuanya tanpa persiapan. Malahan lebih banyak dari mereka siap dengan matang karena pengalamannya telah banyak mengikuti tes-tes lainnya.
Jangan menyesal setelah hasil yang keluar tidak memuaskan karena kurang persiapan. Semoga materi berikut bisa membatu menambah wawasan sedikit.

Wednesday, 9 September 2015

Karya Tulis PEMANFAATAN LIMBAH BOTOL PLASTIK SEBAGAI USAHA KERAJINAN KREATIF YANG BERNIAI EKONOMIS

BAB IPENDAHULUAN





1.1     Latar Belakang Masalah
            Limbah merupakan hasil buangan dari aktifitas atau proses produksi dalam kegiatan sehari-hari yang pada konsentrasi tertentu dapat menimbulkan pencemaran lingkungan apabila tidak ditangani dengan tepat. Pada dasarnya limbah dibagi atas limbah organik dan limbah anorganik. Limbah organik adalah limbah dapat membusuk karena mampu diolah oleh tanah, sedangkan limbah anorganik merupakan limbah yang tidak dapat membusuk dan tidak dapat diolah sempurna oleh tanah. Contoh dari limbah organik yaitu sisa-sisa makhluk hidup, daun-daunan, kotoran binantang dan yang laiannya. Contoh limbah anorganik diantaranya plastik, kaca, baterai, dan lain-lain.
            Plastik merupakan bahan anorganik buatan yang tersusun dari bahan-bahan kimia yang cukup berbahaya bagi lingkungan. Limbah  plastik ini sangat sulit untuk diuraikan secara alami. Untuk menguraikan sampah plastik itu sendiri membutuhkan kurang lebih 80 tahun agar dapat terdegradasi secara sempurna. Oleh karena itu penggunaan bahan plastik dapat dikatakan tidak bersahabat ataupun konservatif bagi lingkungan apabila digunakan tanpa menggunakan batasan tertentu. Sedangkan di dalam kehidupan sehari-hari, khususnya kita yang berada di Indonesia, penggunaan bahan plastik, seperti botol minuman dan kantong belanjaan bisa kita temukan di hampir seluruh aktivitas hidup kita.
            Seiring dengan perkembangan teknologi, kebutuhan akan plastik terus meningkat. Buktinya adalah semakin banyak makanan dan minuman konsumsi kita menggunakan bahan pembungkus plastik. Sebagai konsekuensinya, peningkatan limbah plastikpun tidak terelakkan. Komposisi sampah atau limbah plastik yang dibuang oleh setiap rumah tangga adalah sekitar 9,3% dari total sampah rumah tangga. Jumlah tersebut akan terus bertambah, disebabkan sifat-sifat yang dimiliki plastik, antara lain tidak dapat membusuk, tidak terurai secara alami, tidak dapat menyerap air, maupun tidak dapat berkarat, dan pada akhirnya akhirnya menjadi masalah bagi lingkungan. Bayangkan saja jika setiap orang per harinya menggunakan 3 botol plastik atau kantung plastik, maka aka nada akan ada 90 botol plastik yang seringkali dibuang begitu saja. Jika setengah penduduk Indonesia melakukan hal itu maka akan terkumpul 90×125 juta=11250 juta botol plastik yang mencemari lingkungan. Berbeda jika kondisi berjalan sebaliknya yaitu dengan penghematan kita dapat menekan hingga nyaris 90% dari total sampah yang terbuang percuma. Namun fenomena yang terjadi adalah penduduk Indonesia yang masih malu jika membawa botol dan kantung plastik kemana-mana. Dilain hal, apabila kita sadar, kita juga mampu berbuat lebih untuk hal ini yaitu dengan menggunakan kembali (reuse), mengurangi penggunaan (reduce), atau bahkan lebih bagus lagi jika kita dapat mendaur ulang plastik menjadi sesuatu yang lebih berguna (recycle).

Tuesday, 1 September 2015

PENGERTIAN EKSTRAKURIKULER


            Pengertian ekstrakurikuler dalam kamus besar bahasa Indonesia merupakan sebuah kata yang terdiri dari dua kata yaitu kata “ekstra” yang berarti bentuk diluar (Balai pustaka, 2001:437), sedangkan kurikuler berarti bersangkutan dengan kurikulum. Sehingga, kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan yang dilaksanakan atau dipelajari (terkait) di luar sesuai dengan rogram kurikulum. Dengan kata lain, ekstrakurikuler merupakan kegiatan pendidikan di luar jam pelajaran yang ditujukan untuk membantu perkembangan peserta didik, sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, dan minat mereka melalui kegiatan yang secara khusus diselenggarakan oleh pendidik dan atau tenaga kependidikan yang berkemampuan dan berkewenangan di sekolah.
            Visi kegiatan ekstrakurikuler adalah berkembangnya potensi, bakat dan minat secara optimal, serta tumbuhnya kemandirian dan kebahagiaan peserta didik yang berguna untuk diri sendiri, keluarga dan masyarakat (Supriatna, 2010). beranjak dari visi tersebut, maka kegiatan ekstrakurikuler mempunyai fungsi pengembangan, sosial, rekreatif, dan persiapan karir peserta didik.
            Adapun tujuan kegiatan ekstrakurikuler sesuai dengan tujuan yang tercantum dalam Permendiknas No. 39 Tahun 2008, yaitu:

Thursday, 7 May 2015

PENDIDIKAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK): Sejarah Sekolah Luar Biasa (SLB) Gianyar

Perkembangan manusia merupakan perubahan yang progresif dan berlangsung terus menerus atau berkelanjutan. Keberhasilan dalam mencapai suatu tahap perkembangan akan sangat menentukan keberhasilan dalam tahap perkembangan berikutnya. Sedangkan, apabila ditemukan adanya satu proses perkembangan yang terhambat, terganggu, atau bahkan terpenggal, dan kemudian dibiarkan maka untuk selanjutnya sulit mencapai perkembangan yang optimal.
Pada dasarnya setiap anak berpotensi mengalami masalah dalam belajar, hanya saja masalah tersebut ada yang ringan dan tidak memerlukan perhatian khusus dari orang lain karena dapat diatasi sendiri oleh anak yang bersangkutan dan ada juga yang masalah belajarnya cukup berat sehingga perlu mendapatkan perhatian dan bantuan dari orang lain. Tidak setiap anak mengalami perkembangan normal. Banyak di antara mereka yang dalam perkembangannya mengalami hambatan, gangguan, kelambatan, atau memiliki faktor-faktor resiko sehingga untuk mencapai perkembangan optimal diperlukan penanganan atau intervensi khusus. Kelompok inilah yang kemudian dikenal sebagai anak berkebutuhan khusus.

PEMUDA: Politik & Demokrasi


Realitas yang tak terbantahkan bahwa pemuda merupakan lapisan kader yang paling siap untuk dikembangkan sebagai elemen penting dalam perubahan sistem demokrasi. Sehingga tanpa pemuda, proses demokrasi dipastikan akan mengalami hambatan serius yang bisa mengancam masa depan bangsa. Dengan demikian, sesungguhnya pemuda merupakan aset yang paling berharga, apalagi kalau pemuda tersebut mampu memainkan perannya secara baik dan berkualitas. Selain itu, eksistensi pemuda memiliki makna penting dalam proses pendidikan demokrasi. Tak ada kekuatan formal bangsa yang bisa lepas dari tanggungjawab etisnya dalam memajukan pendidikan demokrasi. Artinya, tanggung jawab bagi terselenggaranya proses pendidikan demokrasi secara baik, merupakan tanggung jawab semua pihak.
Namun harus disadari, kiprah pemuda dalam demokrasi belum sepenuhnya mampu membawa bangsa ini keluar dari krisis yang berkepanjangan. Pemuda yang ketika masih menjadi aktivis sangat kelihatan idealismenya, turun ke jalan meneriakkan reformasi dan penegakan demokrasi. Namun setelah duduk di parlemen tidak terdengar teriak lantangnya untuk memperjuangkan nasib rakyat yang masih dalam kesulitan. Tentu hal ini kontra produktif dengan peran pemuda sebagai pelopor perubahan. Tetapi harus diakui, ada pula pemuda yang terjun dalam politik tetap menjaga idealismenya dan tidak segan-segan menentang ketidakadilan.

Monday, 4 May 2015

LAPORAN PPL-REAL SD NO. 1 KAMPUNG ANYAR SINGARAJA UNDIKSHA BALI

1.1     Latar Belakang Masalah
            Perkembangan ilmu dan kemajuan teknologi yang semakin pesat dalam era modernisasi dewasa ini sangat menuntut adanya Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. Melahirkan SDM yang berkualitas tidak semudah membalikkan telapak tangan yang bisa dilakukan dengan sekejap mata. Namun, memerlukan usaha yang serius dari pemerintah dan dukungan dari semua pihak yang terkait. Bidang yang seharusnya pertama disorot dan didukung dalam hal ini adalah bidang pendidikan. Hal ini disebabkan karena pendidikan dapat mengembangkan dan mengarahkan pontensi diri seseorang untuk memiliki kekuatan yang diperlukan bagi dirinya, masyarakat, bangsa dan negara (Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003).
         

LAPORAN KKN (Kuliah Kerja Nyata) Desa Sambangan UNDIKSHA BALI

1.1 Latar Belakang Laporan KKN

Maju atau tidaknya suatu bangsa tergantung dari peran serta berbagai komponen yang ada dalam pemerintahan maupun rakyatnya. Indonesia menganut system desentralisasi dalam pelaksanaan pemeritahannya, sehingga segala bentuk kebijakan yang menyangkut hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Negara dan lembaga pemerintahan secara tersendiri diberikan kewenangan untuk mengatur penatalaksanaan guna perkembangan daerah setempat. Masyarakat pada saat ini dituntut tidak hanya mampu menjadi cerdas namun harus pula mampu untuk mengikuti perkembangan IPTEKS. Seiring dengan perkembangan dunia yang memiliki trend globalisasi banyak masyarakat yang maju karena globalisasi, namun  banyak pula yang mengalami kemunduran karena tergilas oleh arus globalisasi. Kesejangan ini merupakan buatan dari kapitalisme barat dimana pihak yang memiliki modal banyak akan mampu menguasai kehidupan. Permasalahan akan terjadi akibat ekstrimnya kesejangan tersebut menimbulkan banyak pertentangan antara ekonomi menengah keatas dengan ekonomi menengah kebawah. Kesejangan ini akan menimbulkan konflik-konflik kecil yang jika tidak diselesaikan secara cerdas akan menimbulkan banyak pertentangan lebih besar lagi.
           

Thursday, 5 July 2012

PROFESI PENDIDIKAN: Menanamkan Jiwa Profesionalisme Guru

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang Masalah
            Menghadapi pesatnya persaingan pendidikan di era global ini, semua pihak perlu menyamakan pemikiran dan sikap untuk mengedepankan peningkatan mutu pendidikan. Pihak-pihak yang ikut meningkatkan mutu pendidikan adalah pemerintah, masyarakat, stakeholder, kalangan pendidik serta semua subsistem bidang pendidikan yang harus berpartisipasi mengejar ketertinggalan maupun meningkatkan prestasi yang telah diraih. Dari pihak-pihak tersebut, guru merupakan fokus dalam masalah ini. Guru merupakan elemen kunci dalam sistem pendidikan, khususnya di sekolah. Semua komponen lain, mulai dari kurikulum, sarana-prasarana, biaya, dan sebagainya tidak akan banyak berarti apabila esensi pembelajaran yaitu interaksi guru dengan peserta didik tidak berkualitas. Semua komponen lain, terutama kurikulum akan “hidup” apabila dilaksanakan oleh guru. Begitu pentingnya peran guru dalam mentransformasikan input-input pendidikan, sampai-sampai banyak pakar menyatakan bahwa di sekolah tidak akan ada perubahan atau peningkatan kualitas tanpa adanya perubahan dan peningkatan kualitas guru. Pada sisi lain, guru juga menjadi sosok yang paling diharapkan dapat mereformasi tataran pendidikan. Guru menjadi mata rantai terpenting yang menghubungkan antara pengajaran dengan harapan akan masa depan pendidikan di sekolah yang lebih baik.
            Pandangan di atas, rasanya tidak mudah untuk dipenuhi guru dewasa ini, sebab guru menjadi fokus utama dari kritik-kritik permasalahan pendidikan di Indonesia. Permasalahan guru di Indonesia baik secara langsung maupun tidak langsung berkaitan dengan masalah mutu profesionalisme guru yang masih belum memadai dan jelas hal ini ikut menentukan mutu pendidikan nasional. Mutu pendidikan nasional kita yang rendah, menurut beberapa pakar pendidikan, salah satu faktor penyebabnya adalah rendahnya mutu guru (guru tidak profesional) itu sendiri di samping faktor-faktor yang lain (Murni, 2010). Maka, sebenarnya permasalahan profesional guru di Indonesia harus diselesaikan secara komprehensif, yaitu menyangkut semua aspek yang terkait berupa kesejahteraan, kualifikasi, pembinaan, perlindungan profesi, dan administrasinya. Tetapi, setiap kali membedah mutu pembelajaran, profesi menjadi guru selalu dijadikan “kambing hitam”. Terlebih dengan mutu pendidikan Indonesia yang terus terpuruk dibanding negara tetangga (Onno, 2004). Sumber permasalahan pendidikan di Indonesia, sebenarnya banyak menyangkut polemik profesional guru (Ave, 2008), sehingga mutu pendidikan rendah.