Wednesday, 9 September 2015

Deskripsi Binatang dalam Bahasa Inggris

My Pets


1. Rabbit
 

I have two rabbit. their color is black and white. their has silky fur, two long ears, and small tail. Their name is Lala and Bobo. Their have seven children, they are very cute. I love them

Artinya:
Aku punya dua kelinci. Mereka berwarna hitam dan putih . mereka memiliki bulu halus, dua telinga yang panjang, dan ekor yang kecil . Mereka bernama adalah Lala dan Bobo . Mereka memiliki tujuh kelinci, mereka sangat lucu . Aku menyukai mereka.



My cat, Kitty
   1.    I have a cat, her name is kitty.
2.    I found it on the side of the street when I went home from minimarket a month ago.
3.    She is a Persian cat, its fur color is black and she is about 4 months old.
4.    I feed her twice a day.
5.    Her favorite food is sardine fish.

Soal IPA Kelas 1 SD

Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)Kelas: 1 

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan tepat!


1.        Bentuk benda yang mudah bergerak adalah ....
a. bulat                 b. kotak           c. datar

2.        Jika magnet didekatkan ke paku maka magnet dapat ... paku
a melempar           b mendorong        c menarik

3.        Benda yang sulit bergerak adalah ....
a ban sepeda     b tempat tidur     c bola pingpong

4.        Dengan memakai pakaian tebal di saat musim hujan akan terasa ....
a hangat                b panas            c berkeringat

Karya Tulis PEMANFAATAN LIMBAH BOTOL PLASTIK SEBAGAI USAHA KERAJINAN KREATIF YANG BERNIAI EKONOMIS

BAB IPENDAHULUAN





1.1     Latar Belakang Masalah
            Limbah merupakan hasil buangan dari aktifitas atau proses produksi dalam kegiatan sehari-hari yang pada konsentrasi tertentu dapat menimbulkan pencemaran lingkungan apabila tidak ditangani dengan tepat. Pada dasarnya limbah dibagi atas limbah organik dan limbah anorganik. Limbah organik adalah limbah dapat membusuk karena mampu diolah oleh tanah, sedangkan limbah anorganik merupakan limbah yang tidak dapat membusuk dan tidak dapat diolah sempurna oleh tanah. Contoh dari limbah organik yaitu sisa-sisa makhluk hidup, daun-daunan, kotoran binantang dan yang laiannya. Contoh limbah anorganik diantaranya plastik, kaca, baterai, dan lain-lain.
            Plastik merupakan bahan anorganik buatan yang tersusun dari bahan-bahan kimia yang cukup berbahaya bagi lingkungan. Limbah  plastik ini sangat sulit untuk diuraikan secara alami. Untuk menguraikan sampah plastik itu sendiri membutuhkan kurang lebih 80 tahun agar dapat terdegradasi secara sempurna. Oleh karena itu penggunaan bahan plastik dapat dikatakan tidak bersahabat ataupun konservatif bagi lingkungan apabila digunakan tanpa menggunakan batasan tertentu. Sedangkan di dalam kehidupan sehari-hari, khususnya kita yang berada di Indonesia, penggunaan bahan plastik, seperti botol minuman dan kantong belanjaan bisa kita temukan di hampir seluruh aktivitas hidup kita.
            Seiring dengan perkembangan teknologi, kebutuhan akan plastik terus meningkat. Buktinya adalah semakin banyak makanan dan minuman konsumsi kita menggunakan bahan pembungkus plastik. Sebagai konsekuensinya, peningkatan limbah plastikpun tidak terelakkan. Komposisi sampah atau limbah plastik yang dibuang oleh setiap rumah tangga adalah sekitar 9,3% dari total sampah rumah tangga. Jumlah tersebut akan terus bertambah, disebabkan sifat-sifat yang dimiliki plastik, antara lain tidak dapat membusuk, tidak terurai secara alami, tidak dapat menyerap air, maupun tidak dapat berkarat, dan pada akhirnya akhirnya menjadi masalah bagi lingkungan. Bayangkan saja jika setiap orang per harinya menggunakan 3 botol plastik atau kantung plastik, maka aka nada akan ada 90 botol plastik yang seringkali dibuang begitu saja. Jika setengah penduduk Indonesia melakukan hal itu maka akan terkumpul 90×125 juta=11250 juta botol plastik yang mencemari lingkungan. Berbeda jika kondisi berjalan sebaliknya yaitu dengan penghematan kita dapat menekan hingga nyaris 90% dari total sampah yang terbuang percuma. Namun fenomena yang terjadi adalah penduduk Indonesia yang masih malu jika membawa botol dan kantung plastik kemana-mana. Dilain hal, apabila kita sadar, kita juga mampu berbuat lebih untuk hal ini yaitu dengan menggunakan kembali (reuse), mengurangi penggunaan (reduce), atau bahkan lebih bagus lagi jika kita dapat mendaur ulang plastik menjadi sesuatu yang lebih berguna (recycle).

Tuesday, 1 September 2015

SATUA BALI

Cerita Siap Selem

            Ada tuturan satua siap selem ngelah panak pitung ukud, olagan ane paling cenika. Ada kone kuuk maumah dadi anatah, masih ngelah panak enu cenik-cenik. Sai-sai I Kuuk ngae daya apang sida ia ngamah I Siap Selem, sabilang peteng ada nagih batisne, “Icang tendas Me, icang basangne Me, icang kibulne Me, icang kampidne Me, icang baongne Me.” Keto pada tetagihan panak-panakne I Kuuk, nagih ngamah I Siap Selem. Dadi mawanan ningeh I Siap Selem teken bakal kaamah, dadiannya ia ngalih upaya mangdene nyidayang matilar uli ditu.
         
   Gelising crita panakne ane nemnem suba pada samah bulu kampidne, sakewala ane paling cenika dogen liglig reh tan pabulu. Suba kone inganan tengah lemeng, I Siap Selem matuturan teken panakne, “Nak cai-cai jani ajak makejang makeber abete sakaukud, matinggal uli dini. Yen enu pade nongos dini sinah amaha teken I Kuuk.” Ditu lantas ane paling gedene nyumuin makeber, berber, burbur, suaak. Lantas matakon I Kuuk, “Ih Siap Badeng apa ento ulung?” “Inggih, daun tingkih ipan”. Buin makeber ane lenan, berber, burbur, suaak. “Siap Badeng apa ento ulung?” “Daun tiing ipan.” Makejang panakne suba makeber sakewala enu I Olagan dogen. Dening ia tan pakampid dadi keweh pesan memenne, lantas kapituturin, “Cai dini kutang Meme, tan urungan cai lakar amaha teken I Kuuk. Nah ene pitutur Meme teken cai, yang di kadine cai bakal tagih amaha teken I Kuuk, kene abete masaut, “Inggih Jero Wayan ne mangkin kantun ben tiange belig, yang pungkuran sampun tiang gede makadi tumbuh kampid, irika ja becik ulam tiange daar jerone, keto abete masaut.” Suba kone keto I Siap Selem makeber ninggal I Olagan. Nu kone I Olagan dogen pati sulsul kiak-kiak. Lantas kadingeh teken I Kuuk I Olagan kiak-kiak padidiana.” Kenken dadi I Olagan kauk-kauk padidiana, kija ya memenne? Beh ento jenenga ane ibi sanja orahanga don tiing, tingkih, timbul, ia jenenga