Di sebuah gurun pasir, hiduplah Ular
dan Tikus pasir.
Sebenarnya sang Ular sangat ingin
memangsa tikus, sedangkan tikus
berusaha mencari akal agar ular tidak
lagi berniat memangsanya. Saat itu
sang Ular sangat lapar, padahal ia
sedang tidak mempunyai sedikit pun
makanan. Sedangkan tikus yang berada
tidak jauh dari sang Ular sedang asyik
melahap makanannya. Sang Ular
merasa tidak senang melihat kelakuan
Tikus.
Ular: “Dengarkan ucapanku, wahai
Tikus yang angkuh! Aku pasti
akan mendapatkan tubuhmu
yang mungil dan lezat itu!”
Tikus: “Hei, Ular. Berusaha dan
bekerjalah. Jangan hanya berani
mengancam. Kalau hanya
mengancam, seekor semut pun
bisa!”
Sang Ular sangat marah mendengar
ejekan Tikus. Ia lalu kembali ke
sarangnya dengan perut yang lapar.
Sedangkan Tikus masih lahap dengan
makanannya.
Waktu terus berjalan, tetapi ular tidak
juga menemukan makanan. Ia juga
enggan untuk keluar dari sarangnya.
Sementara itu Tikus sudah lelap dalam
sarangnya. Ular yang masih dalam
keadaan lapar segera mengandapendap
mendekati sarang Tikus meski ia
masih sangat kesal terhadap Tikus.
Dan kini ular telah berada di sisi Tikus
yang sedang tidur pulas.
Tempat berbagi segala jenis ilmu pengetahuan. Dengan keterbatasan dalam ilmu pengetahuan mencoba meraba-raba ketidakterbatasan ilmu pengetahuan. Sangat diharapkan kritik dan komentar. Semoga berkenan dan dimaafkan.
Wednesday, 18 March 2020
Thursday, 11 October 2018
MAKALAH: PENGORGANISASIAN INFORMASI/PENGETAHUAN DALAM INGATAN MANUSIA
MAKALAH
PENGORGANISASIAN
INFORMASI/PENGETAHUAN
DALAM INGATAN MANUSIA
A. PENDAHULUAN
Manusia
merupakan satu-satunya makhluk sempurna yang di diciptakan Tuhan Yang Maha Esa,
karena selain dikaruniai fisik yang bagus juga dikaruniai otak sebagai
modalitas utama dalam proses berpikir dan berperilaku di samping hati sebagai
pusat kendali dari perasaan manusia. Oleh sebab itu, untuk mengetahui hakikat
dirinya, manusia selalu memikirkan apa, dan siapa dirinya, sehingga untuk
menjawab berbagai pertanyaan tersebut manusia berfilsafat untuk menemukan
konsep teoritis dari pertanyaan-pertanyaan itu.
Otak
merupakan pusat kendali perilaku manusia, artinya setiap hal yang dilakukan
manusia akan melibatkan kerja otak. Otak merupakan tempat menerima, menyimpan
kemudian mengenaliinformasi yang ada, artinya otak adalah pusat ingatan manusia
(Markowitz dan Jensen, 2002). Di dalam otak tersimpan berbagai macam informasi.
Bermacam-macam jenis ingatan juga ada dalam otak manusia. Selama otak dalam
keadaan sehat manusia akan selalu melakukan proses mengingat.
TUGAS PPG DALAM JABATAN
Video
tersebut menayangkan aktivitas kehidupan siswa pada abad 21, dimana proses
pembelajaran siswa telah berlangsung disemua kegiatan siswa, baik di sekolah maupun
di luar sekolah sudah padat akan pemanfaatan teknologi digital. Siswa terlihat
dari mulai bangun tidur sampai mau tidur kembali sudah bersentuhan langsung
dengan teknologi. Proses pembelajaran siswa berlangsung secara mandiri, siswa
mampu belajar dengan adanya teknologi yang mendukungnya. Kemampuan siswa belajar mandiri terlihat dari
kemampuan menyelesaikan masalah-masalah dalam pembelajaran. Selain itu, para
siswa antusias mengikuti pembelajaran, termotivasi, aktif dan kreatif, mampu
berkomunikasi dan berkolaborasi dengan baik. Orang tua sebagai pendukung
kegiatan belajar siswa di rumah juga memegang peran peting dalam pengawasan
anak agar mereka kemapanan dalam hal memanfaatkan teknologi sebagai sumber
belajar, sehingga tidak disalahgunakan ke hal-hal negatif.
Guru
pada video tersebut terlihat sudah mampu mendesain pembelajaran sesuai dengan
karakteristik pembelajaran abad 21 dan karakteristik para siswanya. Guru
terampil dalam mengejewantahkan kompetensi yang dimiliki dengan memanfaatkan
teknologi digital, sehingga dapat
mengarahkan para siswa dengan baik, memberikan pembelajaran yang menajdikan
siswa aktif, menampilkan kemampuan dalam mengelola pembelajaran dan menggunakan
media digital dengan baik dan melaksanakan pembelajaran yang sesuai dengan
karakter peserta didiknya. Pembelajaran yang dilaksanakan berhasil menjadikan
siswa sebagai pusat kegiatan belajar (teacher
centered). Siswa belajar difasilitasi dengen teknologi dan diajak belajar
di dalam kelas, ruang paktik dan di luar kelas. Guru sudah menampilkan
kompetensi pedagogik yang matang pada mata pelajaran yang diampu. Guru telah
membangun dan membuat siswa merasa percaya diri dan mandiri dalam pembelajaran.
Guru mampu memposisikan diri sebagai teman dalam pembelajaran, sehingga
terbangun komunikasi yang baik baik dengan guru maupun dengan teman sejawat.
Kompetensi pedagogi merupakan kemampuan
guru dalam mengelola pembelajaran seperti memahami karakteristik siswa,
kemampuan merencanakan pembelajaran, melaksanaan pembelajaran, mengevaluasi
hasil belajar, serta kemampuan mengembangan ragam potensi siswa. Kompetensi
pedagogi guru abad 21 tidak cukup hanya mampu menyelenggrakan pembelajaran
seperti biasanya, guru dituntut untuk adaptif terhadap perkembangan ilmu
pengetahuan, teknologi informasi dan komunikasi serta mampu memanfaatkannya
dalam proses pembelajaran, artinya kemampuan guru khususnya digital literasi
perlu terus untuk ditingkatkan. Guru dituntut untuk beralih dari pembelajaran
yang bersifat tradisional ke pembelajaran yang bersifat inquiri, pembelajaran
yang berpusat pada siswa, pembelajaran yang mengarahkan peserta didik untuk
berpikir inovatif dan kreatif dengan mengintegrasikan teknologi infromasi yang
tengah berkembang.
PPG DALAM JABATAN
Tugas PPG dalam Jabatan 2018
Pada video tersebut terlihat sangat jelas guru
tersebut mampu memahami dan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi
(ICT Literacy Skills) dalam pembelajaran. Keterampilan guru tersebut sudah
sesuai dengan tuntutan keterampilan abad 21 untuk perubahan peradaban
menuju masyarakat berpengetahuan (knowledge
society). Para siswa juga terlihat antusias mengikuti pembelajaran,
mampu belajar mandiri, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, percaya diri, dan
berani menunjukkan gagasannya.
Secara
normatif guru pada video tersebut sudah menunjukkan karakteristik guru sesuai
tuntutan abad 21, antara lain:
11. Menjadi fasilitator, motivator dan inpsipator
dalam menyelesaikan prakarya dan memecahkan permasalahan yang ditemukan dengan
berkomunikasi pada ahlinya.
22. Mampu mentranspormasikan diri, yaitu menguasi
penggunakan teknologi digital
33. Mempunyai inovasi dan kreatif dalam memilih dan
menerapkan metode pembelajaran. Guru terlihat membantu dengan membimbing dan
memfasilitasi siswa dalam pemecahan masalah yang ditemukan siswa, yaitu supaya
jembatan tidak roboh.
44. Mampu melakukan transformasi kultural. Terlihat
dari sikap guru yang menghargai substantif, rasa ingin tahu tinggi, proaktif,
akurat, presisi, detail, dan tekun dari para siswanya.
Jika dilihat dari para siswa dalam video pembelajaran
tersebut maka terlihat karakteristiknya sebagai berikut.
1. Antusias
mengikuti pembelaran
2. Memiliki
kemampuan inovasi dalam pemecahan masalah
3. Memiliki
kemampuan berpikir kritis mengalisis permasalan dan memecahkan masalah
4.
Komunikatif dan kolaboratif dalam aktivitas pembelajaran
5. Memiliki
keahlian literasi ICT
6.
Produktif dan bertanggung jawab
7. Memiliki
inisiatif dan kecapakapan dalam berkelompok
Subscribe to:
Posts (Atom)
