Monday, 4 May 2015

LAPORAN KKN (Kuliah Kerja Nyata) Desa Sambangan UNDIKSHA BALI

1.1 Latar Belakang Laporan KKN

Maju atau tidaknya suatu bangsa tergantung dari peran serta berbagai komponen yang ada dalam pemerintahan maupun rakyatnya. Indonesia menganut system desentralisasi dalam pelaksanaan pemeritahannya, sehingga segala bentuk kebijakan yang menyangkut hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Negara dan lembaga pemerintahan secara tersendiri diberikan kewenangan untuk mengatur penatalaksanaan guna perkembangan daerah setempat. Masyarakat pada saat ini dituntut tidak hanya mampu menjadi cerdas namun harus pula mampu untuk mengikuti perkembangan IPTEKS. Seiring dengan perkembangan dunia yang memiliki trend globalisasi banyak masyarakat yang maju karena globalisasi, namun  banyak pula yang mengalami kemunduran karena tergilas oleh arus globalisasi. Kesejangan ini merupakan buatan dari kapitalisme barat dimana pihak yang memiliki modal banyak akan mampu menguasai kehidupan. Permasalahan akan terjadi akibat ekstrimnya kesejangan tersebut menimbulkan banyak pertentangan antara ekonomi menengah keatas dengan ekonomi menengah kebawah. Kesejangan ini akan menimbulkan konflik-konflik kecil yang jika tidak diselesaikan secara cerdas akan menimbulkan banyak pertentangan lebih besar lagi.
           

Monday, 1 December 2014

BAHAGIA ITU ADA

Apakah kebahagiaan itu??? Banyak yang mengartikan bahwa kebahagian yang abadi adalah mencapai moksa (setelah meninggal). Namun, apakah benar itu adanya? Benarkah surga atau neraka itu ada? Pernakah ada orang yang meninggal dan kembali ke dunia ini untuk mencerikan keadaan mereka setelah meninggal? Apakah ada seorang yang telah meninggal kemudian masuk surga atau neraka dan kembali ke dunia kemudian bercerita tentang kebahagiaan dan penderitaan di alam sana seperti di buku-buku? Meskipun ada orang seperti itu, apakah orang yang mendengarkan ceritanya akan percaya dengan apa yang dialami orang tersebut setelah meninggal?

           

Thursday, 11 July 2013

CERDAS BERAGAMA HINDU DI ZAMAN GLOBAL



       Agama Hindu tidak membatasi seseorang atau pemeluk untuk bertanya, malahan bertanya adalah hak, bukan pembatasan. Hal ini tidak berarti untuk menurunkan keimanannya, melainkan untuk meningkatkan keimanan dan kepercayaan terhadap apa yang dipercayainya. Apakah agamanya sesuai dengan nalar atau tidak. Pertanyaan-pertanyaan yang sering menyasar umat Hindu yaitu: “mengapa Hindu mengembah patung (penyembah berhala)?” “Untuk apa dan siapa banten?” “apakah Tuhan akan memakan buah-buahan yang enak dipersembahkan?” “banten saiban untuk Tuhan? Bukan semut atau binatang lain yang mengerumuninya?” “katanya cukup dengan air, daun, bunga dan api?” “artinya yang kaya akan bisa lebih bagus beragama ya?” “mengapa Hindu sering mengadakan upacara?” “untuk apa banyak sekali membangun pura?” “bukankah selain agama saya adalah kafir?” bukankah selain agama saya tidak akan terselamatkan?”. Pertanyaan ini hanya sebagian kecil dari puluhan pertanyaan yang sering menerobos ke dalam pemikiran umat Hindu. Muaranya adalah tidak membuat diri menjadi ragu beragama Hindu, melainkan untuk meningkatkan keyakinan beragama.
           

Saturday, 6 July 2013

BERDAMAI DALAM AGAMA SENDIRI: Menempa Universalitas Agama Hindu


            Berbicara tentang ‘Perdamaian Agama’ dibenak ini sangat wajar mengingat dan mengenang sejarah Word Parlement of Religions yang diadakan di Chicago AS pada September 1893. Parlemen Agama Dunia ini mempertemukan tokoh-tokoh besar dari setiap agama yang ada di dunia. Pertemuan ini untuk mengakhiri kekerasan yang mengatasnamakan agama, sektarianisme, kekerasan pikiran, dan fanatisme yang telah memenuhi bumi dengan banjir darah, kesengsaraan, dan mengahancurkan peradaban manusia. Namun, yang lebih menginspirasi adalah pesan ‘perdamaian’ antar agama oleh Swami Vivekananda yang disampaiakn melalui pidato. Beliau sebagai salah satu tokoh pahlawan Hindu modern menyatakan bahwa kita memerlukan bantuan bukan perlawan, asimilasi bukan penghancuran, keselarasan dan perdamaian bukan pertikaian. Jadi jangan berharap dan jangan bermimpi persatuan akan terwujud dengan menangnya salah satu agama dan kehancuran agama yang lain. Biarkan mereka memeluk agamanya sendiri seperti pohon yang tumbuh mengikuti pergantian musim.